1. Perbedaan bisnis yang konvensional
tanpa jaringan dengan yang menggunakan system multilevel marketing, dan mana
yang lebih efisien !
MODAL
Untuk membangun bisnis Konvensional, kita akan memerlukan modal yang cukup besar. modal awal membeli peoduk misalnya, sewa tempat, mengurus perizinan,promosi,dan lain lain. Sedang Bisnis Multi Level Marketing, biasanya untuk join pertama kali tidak kurang dan lebih dari Rp.100.000,- itu pun sudah termasuk alat alat yang akan membatu bisnis tersebut, misalnya kartu keanggotaan,brosur brosur,buku panduan serta aksesori yang bisa membatu memulai bisnis tersebut.
Untuk membangun bisnis Konvensional, kita akan memerlukan modal yang cukup besar. modal awal membeli peoduk misalnya, sewa tempat, mengurus perizinan,promosi,dan lain lain. Sedang Bisnis Multi Level Marketing, biasanya untuk join pertama kali tidak kurang dan lebih dari Rp.100.000,- itu pun sudah termasuk alat alat yang akan membatu bisnis tersebut, misalnya kartu keanggotaan,brosur brosur,buku panduan serta aksesori yang bisa membatu memulai bisnis tersebut.
TEMPAT
Dalam memulai Bisnis Konvensional, kita memerlukan tempat untuk kita memasarkan Produk yang kita mliki, ataupun kita harus menyewanya, kalaupun kita tidak memilikya. sebuah counter penjualan aksesori di mol, misalnya, dengan luas 2X3 meter. mungkin membutuhkan biaya sewa sekitar 30 atau 50 jta per tahun.
Tapi Untuk Memulai Bisnis MLM, kita tidak memerlukan Tempat Khusus, karena kita bisa memasarka produk dimana saja, dan kapan saja.
Dalam memulai Bisnis Konvensional, kita memerlukan tempat untuk kita memasarkan Produk yang kita mliki, ataupun kita harus menyewanya, kalaupun kita tidak memilikya. sebuah counter penjualan aksesori di mol, misalnya, dengan luas 2X3 meter. mungkin membutuhkan biaya sewa sekitar 30 atau 50 jta per tahun.
Tapi Untuk Memulai Bisnis MLM, kita tidak memerlukan Tempat Khusus, karena kita bisa memasarka produk dimana saja, dan kapan saja.
BIAYA OPERASIONAL
Demikian juga dengan Biaya operasionalnya, bisnis
konvensional akan membutuhkan biaya yang cukup besar. bahkan terkadang kita
kena memeiliki kendaraan untuk mengantar produk ketempat konsumen. dalam kurun
waktu satu tahun berapa banyak yang harus kita keluarkan untuk semua itu.
Sedang Bisnis MLM, setelah bergabung anda juga membutuhkan biaya operasional, tapi jumlahnya tidak begitu besar, seperti, pulsa,transportasi,buku buku,contoh produk,alat bantu yang disediakan perusahaan atau support system dll.
RESIKO BISNIS
Sedang Bisnis MLM, setelah bergabung anda juga membutuhkan biaya operasional, tapi jumlahnya tidak begitu besar, seperti, pulsa,transportasi,buku buku,contoh produk,alat bantu yang disediakan perusahaan atau support system dll.
RESIKO BISNIS
Tentu sudah jelas, bila pengeluaran memulai bisnis itu
cukup besar, berarti memiliki resiko yang cukup besar juga, dan sebaliknya,
karena setiap bisnis atau usaha, tidak akan lepas dari sistem untung dan rugi.
WAKTU
Bisnis Konvensional memiliki waktu yang relatif singkat, bisanya dari pukul 8.00 am s/d 5.00 pm misalnya. dan dalam Menjalankan Bisnis MLM, kitalah yang menentukan waktunya, kapan pun dan dimanapun, untuk jumpa dengan klien,calon pembeli,dowline, upline, leader, dll.
Bisnis Konvensional memiliki waktu yang relatif singkat, bisanya dari pukul 8.00 am s/d 5.00 pm misalnya. dan dalam Menjalankan Bisnis MLM, kitalah yang menentukan waktunya, kapan pun dan dimanapun, untuk jumpa dengan klien,calon pembeli,dowline, upline, leader, dll.
JANGKAUAN
Sebuah Toko di pasar jangkauanya adalah hanya dipasar tersebut saja, paling jauh bisanya hanya satu kecamatan. itupun sudah termasuk bisnis yang besar, seperti agen agen toko kelontong misalnya. Sedang Bisnis MLM, jangkaunya sangat luas, bukan hanaya satu tanah air, tapi juga bisa menjangkau seluruh dunia. itu tergantung dari perusahaan MLM tersebut.
PELATIHAN
Dalam Bisnis Konvensional, jarang sekali adanya pelatihan, bahkan bisa disebut tidak ada. Tapi dalam Bisnis MLM, Pelatihan bisnis akan diadakan setiap masa, sesuai dengan jadwal yang teratur, yang diselenggarakan, oleh perusahaan ataupun pihak upline sendiri.
SYSTEM
Bisnis Konvensional, dijalankan tanpa system. Sedang Bisnis MLM sudah pasti menggunakanya.
Bisnis Konvensional, dijalankan tanpa system. Sedang Bisnis MLM sudah pasti menggunakanya.
1.Multilevel Marketing
- Modal : berkali-kali
- Sistem kerja : sales
- Target : ada target dan tutup point
- Pembayaran : 30 - 45 hari kerja
- Peringkat : memperkaya Upline
- Rewards : ada
- Jaringan : mencari banyak orang ( sistem matahari )
2.Bisnis Konvensional
- Modal : berkali-kali
- Sistem kerja : sales/sesuai job desk
- Target : ada target
- Pembayaran : 30 hari kerja
- Peringkat : jenjang karir
- Rewards : tidak ada
- Jaringan : mencari-cari banyak orang untuk meningkatkan omset penjualan di perusahaan
Menurut saya yang lebih efisien antara konvensional
tanpa jaringan dengan bisnis yang menggunakan system multilevel markering yaitu
sistem multilevel, karena dinilai banyak sekali keuntungannya terutama
dalam pemasaran yang cukup murah dan menggunakan potensi manusia sebagai sarana
iklan dan pemasaran. Maka dari itu biaya-biaya promosi dan iklan digantikan
oleh peran para konsultan, yang bekerja tanpa digaji tetap. Mereka hanya dapat
bonus kalau terjadi penjualan, itupun harus memenuhi batas minimal dulu.
Walaupun demikian, daya jual para konsultan lebih tinggi daripada iklan media
massa yang secanggih apapun, karena pada dasarnya orang lebih percaya pada rekomendasi orang yang telah dikenalnya
ketimbang
2. Sebutkan Nama Multi Level yang telah berkembang di Indonesia sejak 15 tahun yang lalu hingga kini !
1. Oriflame
Orieflame
menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm
tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi
member MLM -nya, apa saja keuntungannya : Secara garis besar untungnya sama
seperti perusahaan diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita
setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita.
Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Dan, kita sendiri
juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000).
Mudahnya
kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan
lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan
berubah menjadi produk- produk Oriflame semua. Kamu tidak perlu pusing milih
shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses
ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Barulah kita ajarin gimana caranya berjualan
buat mereka dibawah jaringan kita. Semakin banyak orang kita ajak masuk di
jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi
bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus
berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan. Jika punya uang buat tutup poin
sendiri. Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan.
Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk Oriflame dan kita dapet
bonusnya
2. Tupperware
Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907-
1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu
sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. Dan,
ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai
(karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia
sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.
Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan
tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group
manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang
tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan.
Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada
tutup point. Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan
itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum.
Pencapain dari jumlah jaringan,
pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan
produk habis pakai.
3. Amway
Berawal
dari dua sahabat di Michigan Barat yang memiliki impian untuk memperbaiki
kehidupan keluarga mereka. Kedua sahabat ini, Jay Van Andel dan Rich De Vos,
memulai bisnis mereka di tahun 1950 dengan menjual produk suplemen kesehatan
NUTRILITE dari pintu ke pintu.
Apa
yang mereka temukan 50 tahun lalu, ternyata berlaku hingga saat ini, yakni
Manusia dan Hubungan diantara mereka adalah inti kesuksesan suatu bisnis.
Dengan membangun kepercayaan konsumen, bisnis Nutrilite mereka tumbuh. Tahun
1959, Rich, Jay dan beberapa sahabat mereka mencari ide produk baru untuk
pengembangan usaha. Hasilnya adalah produk pembersih rumah pertama Amway, saat
ini dikenal sebagai LOC (Liquid Organic Cleanser) Multi-Purpose Cleaner, yang
menjadi kisah sukses penjualan dan membuka sebuah peluang besar.
4. Sophie
Martin
Sophie
Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak
perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia
sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah
air kita ini. Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai
peranan penting di Indonesia.
Tingkatan
member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu
haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.
Terus
produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan.
Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan
member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri,
bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic. Konsepnya agak ribet pada
member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat
leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.
5. Melia Sehat Sejahtera
Profil
Perusahaan PT Melia Sehat Sejahtera - PT Melia Sehat Sejahtera adalah perusaan
yang berasal dari Indonesia yang mana mereka mempunyai 2 produk kesehatan yaitu
melia biyang dan meli propolis yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan
manusia. Perusahan ini memasarkan kedua produknya dengan sistem MLM ( Multi
Level Marketing ) dengan sistem penjualan langsung melalui member dan
distributornya langsung
Perusahaan
ini telah berdiri sejak 2003, dimana nama perusahannya pada waktu itu adalah
Melia Nature Indonesia, dan sampai sekarang masih bertahan dan eksis sebagai
perusahaan MLM terkemuka di Indonesia dibandingkan dengan perusahaan MLM yang
lain yang hanya bertahan sekitar 2-3 tahun saja. Bertahannya perusahaan ini
sampai sekarang dikarenakan kedua produknya yang berkualitas dan bermanfaat
bagi kesehatan manusia.
Perusahaan
PT Melia Sehat Sejahtera dibangun oleh seorang top leader yang bernama Bpk Ir
Syukur Nababan, Beliau lah yang pertama kali dalam merintis dan membangun
perusahaan ini besar sampai sekarang. Perusahaan ini juga telah mendapat
legalitas dari pemerintah dengan mendapat ijin resmi dengan nomor SIUPL ( Surat
Ijin Usaha Penjualan Langsung ) 8/1/SIUPLS/PMDN/2012.
Selain
perusahaannya yang sudah jelas surat ijinnya dari SIUPL, kedua produknya pun melia
biyang dan melia propolis tidak kalah dengan sudah terdaftar di BPOM ( Badan
Pengawasan Obat dan Makanan ) dan pembuatannya sudah berstandart GMP ( Good
Manufacturing Product ) oleh Herbal Science. Dengan begitu kedua produk
tersebut aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar