Rabu, 01 Mei 2019

CP9 E-COMMERCE UNIVERSITAS DHYANA PURA


1. Perbedaan bisnis yang konvensional tanpa jaringan dengan yang menggunakan system multilevel marketing, dan mana yang lebih efisien !


MODAL
Untuk membangun bisnis Konvensional, kita akan memerlukan modal yang cukup besar. modal awal membeli peoduk misalnya, sewa tempat, mengurus
perizinan,promosi,dan lain lain. Sedang Bisnis Multi Level Marketing, biasanya untuk join pertama kali tidak kurang dan lebih dari Rp.100.000,- itu pun sudah termasuk alat alat yang akan membatu bisnis tersebut, misalnya kartu keanggotaan,brosur brosur,buku panduan serta aksesori yang bisa membatu memulai bisnis tersebut.

TEMPAT
Dalam memulai Bisnis Konvensional, kita memerlukan tempat untuk kita memasarkan Produk yang kita mliki, ataupun kita harus menyewanya, kalaupun kita tidak memilikya. sebuah counter penjualan aksesori di mol, misalnya, dengan luas 2X3 meter. mungkin membutuhkan biaya sewa sekitar 30 atau 50 jta per tahun.
Tapi Untuk Memulai Bisnis MLM, kita tidak memerlukan Tempat Khusus, karena
kita bisa memasarka produk dimana saja, dan kapan saja.  

BIAYA OPERASIONAL
Demikian juga dengan Biaya operasionalnya, bisnis konvensional akan membutuhkan biaya yang cukup besar. bahkan terkadang kita kena memeiliki kendaraan untuk mengantar produk ketempat konsumen. dalam kurun waktu satu tahun berapa banyak yang harus kita keluarkan untuk semua itu.
Sedang Bisnis MLM, setelah bergabung anda juga membutuhkan biaya operasional, tapi jumlahnya tidak begitu besar, seperti, pulsa,transportasi,buku buku,contoh produk,alat bantu yang disediakan perusahaan atau support system dll.

RESIKO BISNIS
Tentu sudah jelas, bila pengeluaran memulai bisnis itu cukup besar, berarti memiliki resiko yang cukup besar juga, dan sebaliknya, karena setiap bisnis atau usaha, tidak akan lepas dari sistem untung dan rugi.

WAKTU
Bisnis Konvensional memiliki waktu yang relatif singkat, bisanya dari pukul 8.00
am s/d 5.00 pm misalnya. dan dalam Menjalankan Bisnis MLM, kitalah yang menentukan waktunya, kapan pun dan dimanapun, untuk jumpa dengan klien,calon pembeli,dowline, upline, leader, dll.

JANGKAUAN
Sebuah Toko di pasar jangkauanya adalah hanya dipasar tersebut saja, paling jauh bisanya hanya satu kecamatan. itupun sudah termasuk bisnis yang besar, seperti agen
agen toko kelontong misalnya. Sedang Bisnis MLM, jangkaunya sangat luas, bukan hanaya satu tanah air, tapi juga bisa menjangkau seluruh dunia. itu tergantung dari perusahaan MLM tersebut.

PELATIHAN
Dalam Bisnis Konvensional, jarang sekali adanya pelatihan, bahkan bisa disebut
tidak ada. Tapi dalam Bisnis MLM, Pelatihan bisnis akan diadakan setiap masa, sesuai dengan jadwal yang teratur, yang diselenggarakan, oleh perusahaan ataupun pihak upline sendiri. 

SYSTEM
Bisnis Konvensional, dijalankan tanpa system. Sedang Bisnis MLM sudah pasti menggunakanya.

1.Multilevel Marketing
  • Modal : berkali-kali
  • Sistem kerja : sales
  • Target : ada target dan tutup point
  • Pembayaran : 30 - 45 hari kerja
  • Peringkat : memperkaya Upline
  • Rewards : ada
  • Jaringan : mencari banyak orang ( sistem matahari )

2.Bisnis Konvensional
  • Modal : berkali-kali
  • Sistem kerja : sales/sesuai job desk
  • Target : ada target
  • Pembayaran : 30 hari kerja
  • Peringkat : jenjang karir
  • Rewards : tidak ada
  • Jaringan : mencari-cari banyak orang untuk meningkatkan omset penjualan di perusahaan
 

Menurut saya yang lebih efisien antara konvensional tanpa jaringan dengan bisnis yang menggunakan system multilevel markering yaitu sistem multilevel, karena dinilai banyak sekali keuntungannya terutama dalam pemasaran yang cukup murah dan menggunakan potensi manusia sebagai sarana iklan dan pemasaran. Maka dari itu biaya-biaya promosi dan iklan digantikan oleh peran para konsultan, yang bekerja tanpa digaji tetap. Mereka hanya dapat bonus kalau terjadi penjualan, itupun harus memenuhi batas minimal dulu. Walaupun demikian, daya jual para konsultan lebih tinggi daripada iklan media massa yang secanggih apapun, karena pada dasarnya orang lebih percaya pada rekomendasi orang yang telah dikenalnya ketimbang

2. Sebutkan Nama Multi Level yang telah berkembang di Indonesia sejak 15 tahun yang lalu hingga kini !

1. Oriflame
Orieflame menggabungkan sistem direct selling dan MLM jadi satu. Jadi perusahaan mlm tidak sepenuhnya menggunakan sistem MLM. Namun, bagi berminat kamu bisa menjadi member MLM -nya, apa saja keuntungannya : Secara garis besar untungnya sama seperti perusahaan diatas ini. Kalo sudah bergabung jadi member, kerjaan kita setiap hari itu merekrut orang bergabung menjadi member di jaringan kita. Setelah itu barulah kita masuk ke jualan memenuhi tutup poin. Dan, kita sendiri juga bisa ikut nimbrung tupo (nilainya 600.000).

Mudahnya kamu akan membeli produk Oriflame seperti shampo, sabun, parfum, deodoran dan lain- lain. Dan akhirnya, semua produk yang ada di rumah kamu tiap akhir bulan berubah menjadi produk- produk Oriflame semua. Kamu tidak perlu pusing milih shampo apa atau sabun apa; semuanya dari Oriflame. Setelah kita sukses ngajakkin orang agar ikut jaringan kita. Barulah kita ajarin gimana caranya berjualan buat mereka dibawah jaringan kita. Semakin banyak orang kita ajak masuk di jaringan kita, semakin banyak orang belanja, semakin banyak juga bonus/komisi bulanan kamu dari Oriflame; terlihat mudah sih. Tapi, disarakan kamu harus berjualan agar bisa jalan tutup poin bulanan. Jika punya uang buat tutup poin sendiri. Silahkan, tapi bangkrut tanggungan kita sendiri bukan perusahaan. Intinya kita sama jaringan harus rame- rame beli produk Oriflame dan kita dapet bonusnya



2. Tupperware 
Tupperware didirikan oleh Earl Silas Tupper (1907- 1983), dimana perusahaan ini berfokus pada produk rumah tangga. Bagi kamu sering liat di layar kacar, produk Tupperware terbuat dari bahan plastik. Dan, ini berbeda dengan konsep bisnis MLM lain cenderung pada produk habis pakai (karena habis- beli, semakin sering beli semakin untung). Tupperware Indonesia sendiri mengaku bukan sepenuhnya MLM tapi bisnis berjenjang karir.
Mereka mengklaim tiap member memiliki tingkatan dan tugas berbeda. Kita nanti bisa menjadi manager, executive manager, group manager, atau bisa distributor. Namun perlu diketahui sebelum masuk ke jenjang tersebut, kamu diwajibkan menjadi member dan melalui beberapa masa percobaan. Disini kita akan disuguhi pelatihan penjualan semacamnya seperti lainnya. Ada tutup point. Di ambil dari situs tupperwarecentre.com, kita tidak mendapatkan itu namun memang ada syarat- syarat pencapaian minimum.

Pencapain dari jumlah jaringan, pembelian dan lain- lain, mungkin permasalahannya adalah produk ini bukan produk habis pakai.



3. Amway 
Berawal dari dua sahabat di Michigan Barat yang memiliki impian untuk memperbaiki kehidupan keluarga mereka. Kedua sahabat ini, Jay Van Andel dan Rich De Vos, memulai bisnis mereka di tahun 1950 dengan menjual produk suplemen kesehatan NUTRILITE dari pintu ke pintu.

Apa yang mereka temukan 50 tahun lalu, ternyata berlaku hingga saat ini, yakni Manusia dan Hubungan diantara mereka adalah inti kesuksesan suatu bisnis. Dengan membangun kepercayaan konsumen, bisnis Nutrilite mereka tumbuh. Tahun 1959, Rich, Jay dan beberapa sahabat mereka mencari ide produk baru untuk pengembangan usaha. Hasilnya adalah produk pembersih rumah pertama Amway, saat ini dikenal sebagai LOC (Liquid Organic Cleanser) Multi-Purpose Cleaner, yang menjadi kisah sukses penjualan dan membuka sebuah peluang besar.



4. Sophie Martin
Sophie Martin Indonesia didirikan atas nama PT Sophie Martin Indonesia, merupakan anak perusahaan yang berkonsep Multi Level Marketing (MLM) beroperasi di Indonesia sejak 1994. Sudah lebih dari 13 tahun lamanya Sophie Martin telah ada di tanah air kita ini. Mereka berfokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Perusahaan ini tumbuh menjadi perusahaan penyedia produk fashion yang mempunyai peranan penting di Indonesia.
Tingkatan member cuma ada dua: presiden dan franchise. Kalau di tingkat franchise, kamu haruslah punya bisnis sendiri atau tempat jualan sendiri.
Terus produk dipajang di etalase toko nanti berasal dari produk milik perusahaan. Tenang produknya kuat jadi tinggal pintar- pintar jualan saja. Keuntungan member itu ada di diskon 30% tiap pembelian sendiri, bonus belanja sendiri, bonus pendekatan, bonus royalti, dan bonus super pic. Konsepnya agak ribet pada member franchise. Ini agak ribet karena member franchise berperan sebagat leader lagi, namun bawahnya gak dapat benefit seperti si franchise.


5. Melia Sehat Sejahtera
Profil Perusahaan PT Melia Sehat Sejahtera - PT Melia Sehat Sejahtera adalah perusaan yang berasal dari Indonesia yang mana mereka mempunyai 2 produk kesehatan yaitu melia biyang dan meli propolis yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Perusahan ini memasarkan kedua produknya dengan sistem MLM ( Multi Level Marketing ) dengan sistem penjualan langsung melalui member dan distributornya langsung
Perusahaan ini telah berdiri sejak 2003, dimana nama perusahannya pada waktu itu adalah Melia Nature Indonesia, dan sampai sekarang masih bertahan dan eksis sebagai perusahaan MLM terkemuka di Indonesia dibandingkan dengan perusahaan MLM yang lain yang hanya bertahan sekitar 2-3 tahun saja. Bertahannya perusahaan ini sampai sekarang dikarenakan kedua produknya yang berkualitas dan bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Perusahaan PT Melia Sehat Sejahtera dibangun oleh seorang top leader yang bernama Bpk Ir Syukur Nababan, Beliau lah yang pertama kali dalam merintis dan membangun perusahaan ini besar sampai sekarang. Perusahaan ini juga telah mendapat legalitas dari pemerintah dengan mendapat ijin resmi dengan nomor SIUPL ( Surat Ijin Usaha Penjualan Langsung ) 8/1/SIUPLS/PMDN/2012.
Selain perusahaannya yang sudah jelas surat ijinnya dari SIUPL, kedua produknya pun melia biyang dan melia propolis tidak kalah dengan sudah terdaftar di BPOM ( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) dan pembuatannya sudah berstandart GMP ( Good Manufacturing Product ) oleh Herbal Science. Dengan begitu kedua produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan tanpa efek samping.



 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar