Minggu, 28 April 2019

CP9 E-COMMERCE UNIVERSITAS DHYANA PURA

Kisah Pipo sang pembangun saluran pipa dan Embro si pembawa ember.
Embro dan Pipo adalah dua orang pemuda berbakat yang penuh dengan impian, mereka sering menceritakan tentang impian dan ambisi mereka menjadi orang terkaya didesa mereka. Mereka adalah tipe-tipe orang yang suka bekerja keras dan tidak pernah takut terhadap segala halangan. Hanya satu hal yang tidak mereka miliki untuk mencapai impian mereka yaitu kesempatan.
Hingga suatu hari … Desa tempat Embro dan Pipo tinggal mengalami kemarau dan kekeringan berkepanjangan. Satu-satunya sumber air yang ada adalah mata air di bukit. Kepala Desa mengumumkan akan membayar kepadasiapa saja yang bisa membawa air dari mata air tersebut ke penampungan di desa mereka sebesar benyaknya air yang mereka bawa. Embro dan Pipo-pun segera mengambil kesempatan ini.
Setiap hari Embro dan Pipo pergi ke mata air dengan membawa ember untuk diangkut ke desa mereka, mereka mengangkut air dari pagi sampai sore dengan semangat tanpa kenal lelah ,dan setiap kali itu pula pundi-pundi uang mereka bertambah. Dan jalan menujuimpian-impian mereka nampaknya mulai mendekat.
Embro sangat gembira dengan hal ini, dia bahkan memperbesar ukuran embernya, yang tentu saja meningkatkan jumlah uang yang didapatnya. Gaya hidupnya juga berubah, gubuknya yang awalnya kecil akhirnya diperbesar, sapi pun yang sudah lama diidamkan akhirnya juga segera dibelinya, hampir setiap hari libur dia pergi ke bar untuk menikmati jerih payahnya.
Berbeda dengan embro,  Pipo berpikir lain, dia menyadari bahwa ada batas bagi setiap manusia, dimana usianya semakin bertambah, tenaga melemah dan kesehatanyang mungkin berkurang. Pipo berpikir pasti ada suatu jalan lain baginya,hingga dia menemukan sebuah ide, membangun pipa air dari sumber mata air ke penampungan di desa.
Ide ini pun disampaikan oleh Pipo kepada Embro, dengan berharap Embro akan membantunya. Tapi ternyata justru ide itu ditertawakan oleh Embro dan teman-temannya. Bagi mereka itu adalah ide gila. Tapi Pipo tidak patah semangat, dia tetap menjalankan niatnya untuk membangun pipa tersebut.
Singkat cerita Pipo menjalankan rencananya, dia tetap pergi mengambil air dengan ember biasa setiap harinya, tapi dikala libur atau malam hari,dia mencuri waktu sebentar untuk membangun pipa tersebut. Prosesnya mungkin akan makan waktu lama, dan hasilnya juga tidak bisa dirasakan secara langsung,sementara halangan begitu banyak ditemui, mulai dari cemoohan orang, tanah yang berbatu dan lain-lain, tapi tekad Pipo sudah bulat, impian-impian pipo menjadi alasan utamanya untuk terus membangun pipa tersebut.
Embro pun juga terus dengan ember-embernya, tetapi lambat laun dia mulai merasa jenuh, kelelahan juga mulai tergurat diwajahnya, kemampuan membawa embernya juga sudah tidak seperti waktu pertama dia memulai usaha ini.
Hari itu, Pipo menyelesaikan pipanya, air mengalir dengan derasnya dari mata air ke desa, dan seluruh warga yang dulu mencemooh Pipo melihat bagaimana itu ternyata bukanlah sebuah ide gila, mereka pun

berbondong-bondong membeli air dari pipa Pipo. Pipo bergitu gembira, betapa tidak, kerja kerasnya selama sekian tahun terbayar. Sekarang dia tidak perlu lagi susah payah harus membawa ember ke mata air. Saat dia sedang istirahat,sedang bersantai bahkan berlibur sekalipun, air-air tersebut akan terus mengalir ke desanya, dan itu juga berarti rejeki akan juga terus mengalir kepundi-pundinya.

Soal :
       1.      Pilih antara pipo dan embro ?
       2.      Mengapa ? alasannya ?
       3.      Kapan anda memulai menjadi pipo ataupun embro ?
       4.      Bagaimana caranya menjadi pipo atau embro ?

Jawaban :
1    1.  Saya lebih baik memilih PIPO. 


      2.  Alasannya : Karena pipo menggambarkan sebuah pemikiran yang baru, Pipo berusaha membangun sebuah pipa yang akan membawa air dari mata air pegunungan ke desa dengan sendirinya. Apa yang dilakukan Pipo sebenarnya adalah sangat masuk akal, tetapi proses yg harus dilalui pada masa-masa awal dengan segala halangan dan rintangan serta hasil yang baru bisa dilihat pada akhir proses membuat banyak orang tidak yakin dan tertawa kepada pemikiran dan usaha Pipo, tapi Pipo tidak menyerah karena dia punya impian dan meyakini bahwa impian tersebut bisa diwujudkan dengan membangun pipa tersebut. Pipo menunjukkan ada jalan dan peluang yang selalu bisa kita raih asalkan kita mau berusaha untuk mencapainya. Pipo disini juga memiliki makna lain yaitu selama masih ada kegiatan berwira usaha ambillah, wira usaha tersebut bisa kita jalankan untuk spare uang di hari tua kita. Maka dari itu kita harus berpikir cerdas dalam melakukan pekerjaan seperti yang di lakukan Pipo. Karena tidak seharusnya kita selamanya tetap berada dalam pekerjaan yang selalu ingin menguras tenaga seperti yang dilakukan embro dan masih ada hal kecil yang bisa kita lakukan dan sangat  menguntungan bagi kita dan kepentingan orang lain. Seperti yang di lakukan oleh Pipo ia sudah memikirkan bahwa nanti ia akan mengalami masalah kesehatan dan juga faktor usia di masa yang akan mendatang jika terus melakukan hal seperti ini. Disini ia memiliki ide yang cemerlang untuk kebutuhannya yang menjanjikan dan juga bisa bermanfaat bagi kebutuhan orang lain tanpa harus memaksakan dirinya nanti.

     3.  Menurut saya menjadi seorang pipo bisa dilakukan sejak kita sudah mengenal namanya usaha, akan tetapi waktu yang tepat untuk memulainya adalah pada saat kita masih menjadi seorang mahasiswa dikarenakan :
1)      Memiliki jaringan pertemanan yang luas
2)      Ide cemerlang yang menumpuk
3)      Memiliki tenaga kuat untuk mengerjakan banyak aktivitas.
Maka dari itu saat saat menjadi mahasiswa merupakan waktu yang tepat untuk memulai suatu usaha maupun bisnis .dan dalam cerita pipo dan embro kita bisa mengambil makna bahwa kita bisa mengatur waktu. Selain itu kita pasti mendapatkan suatu pengalaman baik dibidang usaha maupun bisnis, dan apapun menjadi hasil bisa kita evaluasi agar kita bisa menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. 
 
     4.  Menjadi seorang pipo sebenarnya sangatlah mudah karena harus memiliki karakter sebagai berikut:
1)   Harus memiliki ide cemerlang : mampu menggali ide ide yang menarik dan mampu kita kerjakan.

2)     Disiplin : menaati waktu maupun tanggung jawab yang harus kita kerjakan.
3)  Pantang menyerah : tidak mudah menyerah dalam hal apapun baik itu rumit maupun mudah .
4)      Kreatif : mampu menciptakan sesuatu yang berbeda.
5)      Memiliki komitmen tinggi : memulai suatu usaha harus berkomitmen tinggi dalam diri sendiri agar apa yang kita kerjakan sesuai dengan harapan kita.
Contoh : Saya memulai menjadi seperti pipo pada saat saya menjadi mahasiswa , Saya mempunyai ide untuk membuka bisnis seperti fashion wanita secara online, dari sana saya bisa belajar mengatur waktu dengan efektif dan efisien, disamping itu saya mendapat pengalaman dibidang wirausaha.