Perkembangan e-retailing di Indonesia
Saat ini dengan
semakin pesatnya perkembangan teknologi dan internet di Indonesia pada tahun
2015, telah memiliki dampak yang besar terhadap perubahan bisnis. Yaitu mulai
dari cara beriklan, cara jual beli, cara berinteraksi antar manusia, dan
sebagainya. Contoh e-retailing di Indonesia yang sudah popular dan memiliki
reputasi yang baik adalah seperti www.bhineka.com, www.blibli.com,
www.gramedia.com, E-retailing adalah sebuah layanan internet yang dimanfaatkan
untuk jual-beli. Dengan e-retailing telah banyak merubah dalam proses
jual-beli. Jika dalam suatu jual-beli penjual dan pembeli bertemu, namun jika
dengan e-retailing mereka tidak perlu bertemu, mereka berinteraksi dengan
melalui internet maupun dengan komunikasi melalui telepon. Dalam proses ini
kepercayaanlah yang menjadi modal utama. Karena tanpa kepercayaan kedua belah
pihak, maka proses jual-beli e-retailing bisa terjadi dan terlaksana. Namun
dengan perkembangan yang semakin pesat, maka banyak toko online / e-retailing bermunculan.
Baik mereka dengan memanfaatkan blog, social media, website. Dengan pesatnya
ini membuat semakin mudahnya dalam jual beli.
Dalam
perkembangannya saat ini dengan banyaknya bermunculan toko online. Sehingga
banyak yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan pribadi dengan melakukan
penipuan. Pada awal 2010-2011 banyak bermunculan toko online palsu baik melalui
website maupun jejaring sosial. Mereka menjanjikan dengan harga yang jauh lebih
murah dari harga normal. Dalam prakteknya biasanya mereka meminta transfer 50%
di awal. Dan berjanji akan mengirimkan barangnya segera, akan tetapi esok
harinya mereka meminta pelunasan dengan alasan ada masalah di bea cukai ataupun
administrasi. Dan berjanji akan mengirimkannya secepatnya. Akan tetapi setelah
pelunasan terjadi oleh pihak pembeli. Maka si penjual langsung menon aktifkan
no ponsel yang dipakai untuk berhubungan dengan pembeli tadi. Dengan melihat
banyaknya kasus di atas maka seharusnya pihak pemerintah melakukan regulasi
atau aturan tentang toko online. Hal ini bias dengan pendaftaran atau pendataan
toko online dengan aturan khusus. Adapun tips untuk agar terhindar dari
penipuan atau toko online palsu adalah :
1. memastikan
dengan mencari info tentang kebenaran web tersebut.
2. melakukan
testimony di forum maupun mailist tentang toko online tersebut.
3. memastikan
toko tersebut memiliki reputasi yang baik,termasuk dalam purna jual / garansi.
4. jika
toko tersebut memiliki fasilitas dari sebuah atau beberapa bank dalam pembayaran,
misal klikpay dari bank BCA, atau pembayaran dengan kartu kredit. Maka bisa
dipastikan toko tersebut benar dan memiliki reputasi yang baik juga.
a) Pembeli
dengan mudah mendapatkan barang tanpa pergi ke toko, dan melakukan penawaran
terhadap suatu barang, karena bisa dengan langsung melakukan penawaran harga
terhadap suatu barang sebelum terjadi harga yang sesuai dengan kedua belah
pihak.
b) Pembeli
dapat menghemat waktu dalam mendapatkan barang.
c) Penjual
tidak perlu menyewa sebuah space toko atau gerai yang berlokasi strategis untuk
memajang produk dan agar lebih laku produk kita dan memiliki banyak pelanggan.
d) Penjual
bisa memajang buka took selama 7 x 24 jam, karena tidak terbatas waktu, dan
bisa mendapatkan pelanggan dari mana saja.
bisa mendapatkan pelanggan dari mana saja.
Kerugian dalam transaksi di took online adalah :
a) Kesesuaian
barang biasanya membuat pelanggan kecewa dengan produk yang telah dia beli
karena tidak sesuai dengan barang yang ada di dalam foto di website, hal ini
karena pembeli tidak bisa melihat kondisi barang secara langsung.
b) Proses
pengurusan garansi yang tidak jelas, dan kadang sulit.
c) Kepercayaan
menjadi modal utama dalam transaksi, akan tetapi saat ini terjadi krisis kepercayaan
di masyarakat Indonesia sendiri.
d) Reputasi toko online yang buruk untuk wilayah
Indonesia sendiri.
5 Flatform Bisnis Online Yang Sudah Berkembang
1. Bukalapak
Bukalapak
merupakan salah satu pasar online (online marketplace) terkemuka di Indonesia
(biasa dikenal juga dengan jaringan toko online) yang dimiliki dan dijalankan
oleh PT. Bukalapak. Seperti halnya situs layanan jual – beli online dengan
model bisnis consumer to consumer (C2C ), Bukalapak menyediakan sarana
penjualan dari konsumen-ke-konsumen di mana pun. Siapa pun bisa membuka toko
online untuk kemudian melayani calon pembeli dari seluruh Indonesia baik satuan
ataupun dalam jumlah banyak. Pengguna perorangan ataupun perusahaan dapat
membeli dan menjual produk, baik baru maupun bekas, seperti sepeda, ponsel,
perlengkapan bayi, gadget, aksesoris gadget, komputer, tablet, perlengkapan
rumah tangga, busana, elektronik, dan lain-lain.
2. Tokopedia
3. OLX Indonesia
5. ZALORA Indonesia
Tokopedia.com
merupakan salah satu mal online di Indonesia yang mengusung model bisnis
marketplace. Sejak diluncurkan hingga akhir 2015, layanan dasar Tokopedia bisa
digunakan oleh semua orang secara gratis. Dengan visi untuk “Membangun
Indonesia yang Lebih Baik Lewat Internet”, Tokopedia memiliki program untuk
mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan perorangan
untuk mengembangkan usaha mereka dengan memasarkan produk secara online.
Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan
pertumbuhan yang sangat pesat. Tokopedia juga berhasil mencetak sejarah sebagai
perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara, yang menerima investasi sebesar
USD 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank
Internet and Media Inc.
3. OLX Indonesia
OLX
Indonesia (sebelumnya bernama tokobagus.com) adalah sebuah situs web iklan
baris di Indonesia yang difokuskan untuk tempat membeli dan menjual produk
serta jasa secara online dan gratis untuk penjual maupun pembeli yang
menggunakan jasa dari OLX indonesia ini. OLX Indonesia adalah tempat untuk
mencari barang baru atau bekas berkualitas seperti produk elektronik, otomotif,
olahraga, rumah, peralatan rumah tangga, aneka jasa, lowongan kerja dan produk
lainnya. Sebenarnya terdapat juga situs semacam ini bernama berniaga yang juga
sangat terkenal dan memiliki user yang tak kalah banyaknya dengan olx. Namun,
pada tanggal 14 November 2014, OLX Indonesia mengumumkan bahwa berniaga akan
merger dengan OLX Indonesia pada tahun 2015 dan akhirnya proses merger tersebut
sudah selesai pada bulan Februari 2015.
4. Blibli
Blibli.com
adalah salah satu E-commerce di Indonesia dengan konsep belanja online ala
mall. Dengan konsep tersebut blibli mengharapkan masyarakat Indonesia yang
terbiasa belanja di mall bisa menemukan barang yang mereka cari dengan mudah
dan menyenangkan dimanapun dan kapanpun. Blibli adalah produk pertama PT Global
Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum dibidang digital yang
didirikan pada tahun 2010. Blili bekerja sama dengan teknologi provider kelas
dunia, mitra logistik, banking partner serta merchant partner dengan standar
tertentu untuk menciptakan sistem back-end yang bisa memenuhi kebutuhan
pengguna blibli. Saat ini Grup Djarum melalui Global Digital Prima Ventures
(GDP) misalnya, membentuk inkubator bernama Merah Putih Inc, sebuah inkubator
start-up lokal berbasis komunitas dan memberikan bantuan modal bagi start-up
lokal yang inovatif.
5. ZALORA Indonesia
ZALORA
Indonesia adalah situs web belanja yang menyediakan kebutuhan mode pakaian yang
terdiri dari produk berbagai merek, baik lokal maupun internasional. Pelanggan
yang berbelanja melalui situs ini tidak dikenakan biaya pengiriman ke seluruh
Indonesia dan garansi pengembalian barang jika pelanggan merasa tidak puas atas
produk yang diterimanya. Zalora Indonesia yang didirikan pada tahun 2012 oleh
Catherine Sutjahyo merupakan bagian dari Zalora Grup di Asia yang terdiri dari
Zalora Singapura, Zalora Malaysia, Zalora Vietnam, Zalora Taiwan, Zalora
Thailand dan Zalora Filipina. Zalora merupakan anak perusahaan dari situs
belanja online Zalando. Zalando merupakan proyek dari Rocket Internet seperti
toko online Lazada. Di Indonesia Zalora berada di bawah naungan dan dikelola
oleh PT Fashion Eservices Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar